Footer Widget 1

HUBUNGI KAMI

Footer Widget 3

Photobucket

Latest Post

Sesegar Telaga Kautsar

Written By FRAKSI PKS WONOGIRI on Senin, 02 Januari 2012 | 19.13

Oleh Muhammad Arifin Ilham
...
Kebahagiaan hidup di dunia ini bermula dari merasakan halaawatul iimaan (manisnya iman). Dan, halaawatul iimaan adalah buah dari al-Mujaahadah fii thaa'atillah (usaha sungguh-sungguh untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah swt). Allah memberi karunia halaawatul iimaan kepada hamba-Nya, karena hamba itu terus-menerus "merayu" ridha-Nya dengan kemurnian akidah, kenikmatan beribadah, dan kemuliaan akhlak. Seseorang akan merasakan nikmatnya beribadah ketika ia konsisten melaksanakan ketaatan kepada-Nya.

Ibarat seorang musafir yang menempuh perjalanan ke suatu tempat. Dia akan merasa senang ketika akan memulai perjalanan, juga ketika masih dalam perjalanan. Puncak perasaan senang itu datang saat ia telah sampai ke tempat yang ditujunya.

Diumpamakan juga seperti anak kedl yang diajak berekreasi oleh orang tuanya. Dia akan merasa gembira ketika orang tuanya menjanjikan hal itu. Dia akan lebih gembira lagi ketika ia dan orang tuanya mulai bersiap-siap untuk berangkat ke tempat itu. Puncak kegembiraannya adalah pada saat ia sampai ke tempat tujuan.

Diibaratkan juga seperti seorang yang akan menikah.Dia merasa senang pada saat-saat menjelang pernikahan-nya. Terlebih lagi setelah pernikahan itu dilaksanakan.

Begitu juga dengan seorang hamba yang beribadah kepada Allah swt. Dia akan melaksanakan ibadahnya dengan senang hati, khusyuk, dan nikmat. Puncak kenikmatan beribadahnya dirasakan pada saat menjelang kematian. Dia akan merasakan kebahagiaan. Karena itulah pintu pertemuannya dengan Allah swt. Zat yang selalu diibadahinya dengan segenap perasaan tunduk dan cinta selama hidupnya di dunia.

Allah swt. berfirman,
"..Orang-orang yang beriman berkata, 'Sesungguhnya, orang-orang yang merugi ialah orang-orang yang kehilangan diri mereka sendiri dan (kehilangan) keluarga mereka pada hari Kiamat. Ingatlah, sesungguhnya orang-orang yang lalim itu berada dalam azab yang kekal..." (asy-Syuuraa [42]: 45)

Subhanallah. Ingatlah bahwa orang-orang beriman akan tetap berkumpul bersama keluarga mereka yang beriman di akhirat nanti. Sementara orang-orang yang tidak beriman, keluarga mereka akan terpisah dan bercerai-berai. Sungguh kehidupan di dunia adalah cerminan dari kehidupan akhirat. Jika di dunia kita hidup sukses dan bahagia dalam ketaatan kepada Allah, maka di akhirat pun kita akan menjadi orang yang sukses dan bahagia di bawah naungan ridha Allah swt.

Mereka yang sukses di akhirat dimulai dari kesuksesan mereka dalam menjalani hidup di dunia, dan kesuksesan menjalani hidup di dunia adalah dengan menjadi hamba yang bertakwa.

Ali bin Abu Thalib berkata, "Kunci takwa itu ada empat. Pertama, al-khaufu minal jaliil (takut kepada Yang Maha Agung). Kedua, al'amalu bit Tanziil (mengamalkan wahyu yang telah diturunkan). Ketiga, al-Qanaa'atu bil qaliil (merasa puas dengan apa yang ada meski sedikit). Keempat, al-isti'daadu liyaumir rahiil (menyiapkan diri untuk hari kemudian)."

ltu semua benar-benar karunia dari Allah. Ingatlah bahwa mereka yang masuk ke surga bukan karena banyaknya pahala shalat, zakat, puasa at au ibadah mereka yang lain, tetapi semua itu karena rahmat dan ridha Allah swt.

"…tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.” (al-Hujuraat [49]: 7)

Surga terlalu mahal untuk diperoleh dengan ibadah yang hanya 60 sampai 70 tahun usia hidup kita, meski banyak orang yang usia hidupnya kurang dari itu, dan usia yang digunakan untuk beribadah pun tidak mencapai separuhnya. Sementara nikmat yang Allah berikan kepada kita tidak terhitung dengan jumlah angka-angka yang dibuat untuk urusan duniawi.

Akan tetapi, Allah mencintai kita semua. Karena rahmat dan kasih sayang-Nya itulah, Dia memberikan rasa cinta dalam hati kita. Perasaan cinta pada keimanan dan menjadikannya terasa nikmat dan indah bagi orang-orang yang beriman.

Oleh karena itu, semua kenikmatan yang Allah beri kepada kita, baik yang ada di dalam diri kita seperti hati, akal, panca indera, maupun di luar diri kita, yang ada di seluruh alam semesta, semuanya adalah fasilitas yang harus dipergunakan untuk beribadah kepada Allah swt., sehingga kita bisa men¬jadi 'Abdan syakuuran' (hamba yang bersyukur).

Karena nikmat kita bersyukur, dan rasa syukur itu sendiri adalah nikmat. Mensyukuri setiap nikmat, menikmati rasa syukur, mensyukuri nikmat lagi kemudian menikmati rasa syukur lagi, mensyukuri nikmat lagi, dan menikmati rasa syukur lagi, dan begitu seterusnya. Sehingga seluruh aktivitas hidup kita tidak lepas dari aktivitas mensyukuri nikmat dan menikmati rasa syukur itu.

Selama kita bersyukur atas semua nikmat yang Allah beri, selama itu pula hidup akan terasa nikmat.***


*)dikutip dari buku "Sesegar Telaga Kautsar"

Kabar Keabadian

Imam Ibnul Jauzi*
Demi Allah, saya membayangkan masuk surga dan selamanya berada di sana, tanpa sakit, tanpa meludah, tanpa tidur, tak ada penyakit mewabah, dan selalu sehat. Kebutuhan selalu terpenuhi. Kenikmatan silih berganti setiap saat tiada batas. Hampir saya tidak percaya jika syariat tidak menjabarkan dengan jelas dan gamblang keadaan surga.

Perlu disadari bahwa seluruh kedudukan yang akan dicapai di sana sangat tergantung pada kerja keras setiap orang di dunia. Adalah aneh jika banyak orang yang menyia-nyiakan setiap detik waktunya dengan meiakukan hal-hal yang tiada berguna. Sebenarnya, satu tasbih atau pujian kepada Allah saja akan merupakan tanaman kurma dalam surga yang buahnya bisa dimakan sepanjang zaman. Wahai orang yang khawatir kehilangan itu semua, teguhkanlah hati Anda untuk selalu berharap surga.

Wahai orang-orang yang selalu resah dengan datangnya maut, bayangkanlah rasa getir kematian setelah Anda dikaruniai kesehatan. Sesungguhnya, sejak roh Anda dicabut, bahkan sebelum roh itu dicabut, tersingkaplah kedudukan manusia nanti di akhirat.

Akan sangat ringanlah manusia yang telah tersingkap baginya kelezatan yang akan segera ia alami. Ingatlah oleh Anda bahwa rasa takut akan datang saat ajal menjelang. Bersegeralah beramal sebelum sang umur tenggelam dan tak lagi bisa menemani dalam perjalanan abadi.

Merenunglah dan berusahalah melihat perjalanan hidup orang-orang yarig sungguh-sungguh dalam menghadapi kehidupannya. Itu akan banyak memberikan dorongan bagi pikiran untuk memperoleh keutamaan dan taufik. Perlu Anda ketahui juga, andaikata Dia menginginkan sesuatu untuk Anda, pasti Dia akan menyediakannya.

Adapun berteman dan bergaul dengan orang-orang yang tidak tahu kabar keabadian dan hanya tahu kabar-kabar dunia merupakan sebab utama timbulnya peryakit hati. Oleh karena itu, menjauh dari keburukan-keburukan semacam itu adalah tindakan pencegahan yang akan membuahkan keselamatan.

“Mereka hanya mengetahui yang lahir saja dari kehidupan dunia; sedang tentang kehidupan akhirat mereka lalai” (Ar-Ruum: 7)

فطنٍ بكل مصيبة في ماله
وإذا يصاب بدينه لم يشعر

"ia sangat perasa akan musibah yang menimpa hartanya,
namun tidak sadar tentang musibah yang menimpa agamanya"


*dikutip dari kitab "Shaidul Khathir"


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Menumbuhkan Kemampuan Menguasai Masyarakat



Taujih Ustadz Hilmi Aminuddin
(Ketua Majelis Syuro PKS)

Penguasaan masyarakat akan sangat tergantung pada tumbuhnya lima jenis kader dakwah sebagai berikut,


Pertama, al khotib al jamahiriy, tumbuhnya para khuthoba yang bersemangat, yaitu mereka yang mampu menyampaikan pesan-pesan Islam dengan jelas dan terang, penuh gairah dan dinamika. Para khotib bersemangat muda yang menyampaikan hikmah (pengetahuan) orang-orang tua yang penuh pengalaman (hikmatus syuyukh fi hamasatus syabab). Bukan semangat orang tua dengan pengetahuan pemuda yang cetek.

Para khutoba ini hendaknya mampu melakukan tahridh (pengerahan massa) dan menumbuhkan tahmis (semangat) berdasarkan iman dan pengetahuan bukan emosi dan kebencian.

Kedua, al faqih asy sya’biy, orang-orang faqih di tengah masyarakat, yaitu para ulama yang takut pada Allah dan hidup di tengah-tengah masyarakat, memberikan bimbingan dan fatwa-fatwa yang lurus dan benar tentang masalah yang dihadapi masyarakat. Menjadi pendidik dan tempat bertanya yang tidak menimbulkan keraguan dan perpecahan. Selalu menghidupkan toleransi antar mazhab (fiqh) yang menjadi titik temu yang mempersatukan ummat. Dari itu ia senantiasa dicintai, didukung dan dibela oleh masyarakatnya. Khotib jamahiriy menjadi pendorong masyarakat ke jalan Alloh sedang faqih sya’biy membimbing masyarakat dalam jalan Alloh. Dia bukan faqih jetset yang memberi fatwa berdasarkan order, tetapi benar-benar menyuarakan pimpinan Allah dan RasulNya.

Ketiga, al-Amal atau at ta’awuni al khoiriy, aktifitas kejama’ahan sosial. Tujuan utama dari aktifitas ini adalah memfungsikan masjid-masjid sesuai dengan bimbingan Rasululloh. Untuk itu harus dibuat kerjasama sosial dengan berbagai lapisan masyarakat untuk mendekatkan ummat pada masjid. Sasaran program ini adalah ta’zizud da’iyah, memperkuat para da’i sebagai pelopor di berbagai bidang. Para da’i kita hendaknya disokong sepenuhnya agar mampu menyantuni massa umat sehingga ia memiliki gengsi dan prestise yang tinggi yang membuat umat ikut pada arahannya. Biasanya masyarakat kita sangat patuh bila dakwah dimulai dengan santunan yang memperhatikan kebutuhan mereka.

Keempat, masyru’ al iqtishodis sya’biy, menumbuhkan ekonomi masyarakat kecil. Harakah dakwah harus turut meningkatkan taraf ekonomi umat Islam yang pada umumnya masih sangat lemah. Usaha-usaha ekonomi hendaknya usaha yang ringan, mudah dijangkau dan memasyarakat. Berbagai klub, perhimpunan atau organisasi ekonomi kecil perlu ditumbuhkan dan dibimbing oleh para da’i yang sekaligus menjadi pembimbing rohani mereka. Sasaran program ini adalah agar masyarakat pendukung da’wah dapat iktifa’ dzati (berdikari) di satu sisi dan di sisi lain bisa mengendalikan laju ekonomi secara keseluruhan.

Kelima, al i’lam as sya’biy, penerangan yang memasyarakat. Potensi i’lam hendaknya tumbuh dari orang-orang yang memahami aqidah, fikrah dan manhaj serta mundhobith (disiplin) kebijaksanaan jama’ah, agar pembentukan ro’yul ‘aam (opini umum) sesuai dengan rancangan da’wah. Sebab bidang ini merupakan titik rawan amni suatu gerakan da’wah. Pers yang ditumbuhkan dari dalam adalah pers yang murah dan mudah dibaca oleh masyarakat. Bukan penampilan elite yang membuat umat enggan membacanya atau menyedot potensi harakah dalam mengerjakannya. Yang penting bukan nama besar tetapi kemampuan menyebar dan meluas dengan cepat dalam berbagai bentuknya yang ringan; buletin, brosur, maklumat, majalah, koran dan aneka bentuk lainnya yang murah dan terjangkau, menyebar dari berbagai sumber dan dikerjakan cukup oleh setiap rumah tangga.

Selain itu perlu juga menyokong pers umat Islam yang telah ada agar memiliki ruh dan fikroh Islami. Para pakar jama’ah dakwah hendaknya menyumbangkan tulisan-tulisan bermutu pada pers yang dimiliki umat Islam. Bila perlu kita mampu menumbuhkan pers kaum muslimin menjadi pers harakah. Yaitu pers yang dikendalikan oleh personil harakah kita.

Dalam i’lam sya’bi perlu pula dimunculkan pendidikan Islam melalui radio-radio, televisi dan sebagainya. Tentu melalui thoriqoh yang mungkin bisa ditempuh dengan tidak meninggalkan unsur-unsur syar’i dalam penyajiannya. [ ]

*)http://al-intima.com/taujih-ust-hilmi-aminuddin/menumbuhkan-kemampuan-menguasai-masyarakat



*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

These too, will pass

Written By FRAKSI PKS WONOGIRI on Sabtu, 31 Desember 2011 | 19.08

Ada seorang raja yang terkenal dengan kebijaksanaannya. Pada suatu hari, Sang Raja meminta kepada tukang emasnya yang sudah tua renta utk menuliskan sesuatu di dalam cincinnya.

Raja berpesan, "Tuliskanlah sesuatu yang bisa kamu simpulkan dari seluruh pengalaman & perjalanan hidupmu, supaya itupun bisa menjadi pelajaran utk hidup saya".

Berbulan2 si tukang emas yg tua itu membuat cincinnya, lalu lebih sulitnya menuliskan apa yg penting di cincin emas yg kecil itu. Akhirnya setelah berdoa & berpuasa, si tukang emas itupun menyerahkan cincinnya pada Sang Raja. Dan dengan tersenyum, Sang Raja membaca tulisan kecil di cincin itu. Bunyinya, "DAN YANG INIPUN AKAN BERLALU".

Awalnya Sang Raja tidak terlalu paham dengan apa yg tertulis di sana. Tapi, suatu ketika, tatkala menghadapi persoalan kerajaan yg pelik, akhirnya Ia membaca tulisan di cincin itu & Ia pun menjadi lebih tenang, “Dan Inipun akan berlalu!”. Dan tatkala Ia sedang bersenang2, Ia pun tak sengaja membaca tulisan di cincin itu, lantas Ia menjadi rendah hati kembali.

Ketika Anda lagi punya masalah besar ataupun sedang lagi kondisi terlalu gembira, ingatlah kalimat itu, "Dan inipun akan berlalu" (These too, will pass).

Kalimat ini, kalau direnungkan dengan bijak akan mengantarkan diri kita pada keseimbangan hidup. Tidak ada satupun yang langgeng. Jadi, ketika Anda punya masalah, janganlah terlalu bersedih. Tatkala Anda lagi senang, jangan terlalu kelewat senang.

Ingatlah....apapun yg Anda hadapi saat ini, semuanya akan berlalu.

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَان وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُوالْجَلٰلِ وَالْإِكْرَامِ

“Semua yang ada di bumi itu akan sirna. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (55:26-27)


*)http://www.facebook.com/note.php?note_id=269881769705300

DPRD Setujui Raperda Tata Ruang

Written By FRAKSI PKS WONOGIRI on Jumat, 09 September 2011 | 19.49


WONOGIRI—Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Wonogiri 2011-2031 hasil evaluasi gubernur disetujui DPRD dalam rapat paripurna, Jumat (9/9). Terhitung sejak turunnya hasil evaluasi tiga hari sebelumnya, hanya ada waktu hingga Senin (12/9), persetujuan dilaporkan kembali pada gubernur. Pasalnya, jika lebih dari tiga hari Raperda dibatalkan.
Anggota Komisi B, M Zainuddin mengatakan Raperda RTRW ini berpengaruh terhadap iklim investasi karena memang dibuat berdasar misi dan visi provinsi kaitannya dengan kesejahteraan rakyat. “Tapi yang pasti kalau sampai Senin belum disetujui, Raperda otomatis dibatalkan karena hanya diberikan waktu tujuh hari setelah hasil evaluasi diterima dari gubernur,” jelasnya.
Sedangkan Anggota Komisi B lainnya, Ahmad Zarif mengatakan tarik ulur antara provinsi dan pusat terkait beberapa aturan. Ada pula pasal yang sudah didrop oleh kabupaten, tapi oleh provinsi dimunculkan lagi.
“Selain itu, dalam Raperda tidak disinggung soal kawasan yang tidak bisa menjadi kawasan industri besar. Kalau di Wonogiri ada sekitar lima kecamatan seperti itu. Kecamatan mana saja, saya lupa tapi saat pembahasan dulu sempat disinggung. Tidak bisanya karena kondisi geografis dan ketersediaan air,” katanya.
Bupati Danar Rahmanto mengatakan semua aturan yang tertuang sudah melalui proses konsultasi publik. Hal tersebut telah sesuai dengan RTRW nasional dan provinsi.

Written By FRAKSI PKS WONOGIRI on Kamis, 08 September 2011 | 20.00


Dewan desak Bupati lantik direktur baru PDAM

| |

Wawan Setya Nugraha (Dok.SOLOPOS)
Wonogiri (Solopos.com)–Kalangan pimpinan DPRD Wonogiri mendesak semua pihak secepatnya mengakhiri polemik seputar pengisian kekosongan jabatan direktur PDAM Giri Tirta Sari.
Polemik berkelanjutan dikhawatirkan akan membuat kekosongan jabatan makin lama dan berpotensi mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
Ketua DPRD Wonogiri, Wawan Setya Nugraha mengatakan masa jabatan pejabat sementara (Pjs) direktur PDAM sudah berakhir sejak sepekan lalu, tepatnya pada Jumat (2/9/2011).
Namun, hingga kemarin, meski surat keputusan (SK) penunjukan direktur baru sudah terbit, Bupati belum juga melantik direktur baru tersebut.
“Ini berarti selama sepekan terakhir telah terjadi kekosongan jabatan direktur PDAM. Sudah tentu ini berpotensi mengganggu kinerja manajemen PDAM dan bisa mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Padahal pemenuhan kebutuhan air sangat penting bagi masyarakat,” jelas Wawan, saat ditemui wartawan di Gedung DPRD, Kamis (8/9/2011).
Politisi PDIP itu mengaku menyadari penentuan pejabat direktur baru PDAM bukanlah domain pihaknya, melainkan kewenangan penuh Bupati, yang tentunya harus dilakukan sesuai prosedur dan mekanisme yang benar.
Karena itu, dia meminta jika sudah menentukan pejabat direktur baru tersebut, Bupati hendaknya segera melantik pejabat dimaksud, agar tidak terjadi kekosongan terlalu lama.
Pernyataan hampir senada disampaikan Wakil Ketua DPRD, Hamid Noor Yasin. Ditemui terpisah di Gedung DPRD, Kamis, Hamid juga mengharapkan agar kekosongan jabatan direktur PDAM segera diisi.
(shs)

Hamid tolak rencana pengadaan Mobdin Waket Dewan

Written By FRAKSI PKS WONOGIRI on Selasa, 23 Agustus 2011 | 20.01


| |

Wonogiri (Solopos.com)
–Wakil Ketua (Waket) DPRD, Hamid Noor Yassin yang disebut-sebut bakal menjadi penerima dalam rencana pengadaan mobil dinas (Mobdin) untuk unsur pimpinan Dewan pada APBD Perubahan 2011 memastikan akan mengikuti sikap partainya menolak rencana tersebut.

Hamid Noor Yasin (Foto: dprd-wonogirikab. go.id)
Alasannya, kondisi keuangan daerah masih sangat memprihatinkan.
Hal tersebut disampaikan Hamid, saat ditemui wartawan seusai mengikuti rapat Badan Anggaran tahap II di Ruang Paripurna DPRD, Selasa (23/8/2011).
Terkait rencana itu, Hamid menegaskan sejak awal dirinya tak pernah meminta Mobdin baru. Meskipun seperti diakuinya, Mobdin jatahnya yang ada saat ini yaitu Toyota Kijang buatan tahun 2003 bernomor polisi AD 12 R kondisinya kurang layak.
“Saya sudah sekitar setahun ini tidak pernah memakai mobil dinas saya karena memang tidak nyaman dipakai. Bisa diibaratkan pakai mobil itu kalau hujan kehujanan, panas kepanasan. Tapi saya tegaskan sejak awal saya tak pernah minta. Mungkin teman-teman memandang pimpinan kok mobilnya seperti itu. Jadi mereka mengusulkan,” katanya.
Meski aturan memang mensyaratkan dirinya memiliki Mobdin demi kelancaran tugas dan pelayanan masyarakat, Hamid mengaku tidak pernah mempermasalahkan ada atau tidaknya Mobdin bagi dirinya.
Sebab selama ini dia merasa sudah bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan fasilitas kendaraan milik sendiri.
Selain karena partainya, PKS, sudah menyatakan sikap menolak rencana pengadaan tersebut, yang mana juga harus diikutinya sebagai kader, Hamid mengatakan ketidaksetujuannya terhadap rencana itu juga karena menyadari kondisi keuangan daerah yang masih sangat memprihatinkan.
Ada defisit senilai Rp 18,9 miliar yang harus ditutup dengan pemangkasan di berbagai sisi.
“Kalau memang rencana ini masih bisa ditunda, saya kira itu lebih baik. Anggarannya bisa digunakan untuk kebutuhan lain yang lebih prioritas,” ujarnya.
(shs)

Pemkab didesak periksa kondisi semua Mobdin

Written By FRAKSI PKS WONOGIRI on Minggu, 21 Agustus 2011 | 19.02





Ilustrasi (Dok. SOLOPOS), JIBI/SOLOPOS/Suharsih, MOBDIN MUSPIDA--Seorang petugas dari Dishubkominfo mengecek mobil dinas baru Muspida di Kompleks Sekretariat Daerah Wonogiri, Jumat (20/5).
Wonogiri (Solopos.com)–Pemkab Wonogiri didesak mengumpulkan semua mobil dinas (Mobdin) dan memeriksanya satu per satu untuk mengetahui kondisi terakhir semua mobil operasional.
Desakan tersebut muncul menyusul wacana Pemkab untuk meremajakan Mobdin secara bertahap.
Salah satu anggota Komisi A DPRD, Abdullah Rabbani mengungkapkan selama ini tidak banyak pihak yang mengetahui secara persis bagaimana kondisi Mobdin-Mobdin Pemkab. Sehingga ketika ada wacana pengadaan Mobdin baru, selalu muncul pro dan kontra.
“Saya usul kepada Bupati, apelkan semua kendaraan dinas, inventarisasi dan periksa satu per satu sehingga publik tahu kondisi kendaraan yang sebenarnya. Kendaraan yang memang sudah tidak layak pakai daripada boros biaya perawatan dan operasional, jika APBD memungkinkan, saya setuju pengadaan secara bertahap sesuai prioritas dan keuangan daerah,” jelas Rabbani, kepada wartawan, Minggu (21/8/2011).
Lebih jauh, Rabbani meminta agar semua kendaraan dinas diberi tanda atau tulisan sebagai identitas, termasuk yang dipakai anggota DPRD. Khusus 21 unit kendaraan dinas yang ada di Sekretariat Dewan (Setwan), Rabbani mengaku mendapat data dari Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), semuanya masih dalam kondisi baik.
Karena itu, dia berharap rencana pengadaan dua mobil untuk unsur pimpinan Dewan ditunda dulu. Sebab kondisi keuangan daerah masih sangat memprihatikan.
Usulan agar dilakukan apel kendaraan dinas juga dikemukakan Sekretaris LSM Putra Perwira Bangun Bangsa (PPBB), Heri Adi Budiyanto. Menurut Heri, hal yang selama ini kerap membuat masyarakat salah paham adalah karena pemerintah kurang transparan.

Anggota Dewan Wonogiri panik

Written By FRAKSI PKS WONOGIRI on Jumat, 19 Agustus 2011 | 23.12

Wonogiri (Solopos.com)–Keinginan pemerintah pusat menaikkan gaji PNS sebesar 10% pada APBN 2012 membuat kening anggota DPRD Wonogiri berkerut.

Kenaikan gaji PNS itu membuat sebagian wakil rakyat panik. Pasalnya jika tidak dilakukan efisiensi tidak tertutup kemungkinan APBD Wonogiri akan kolaps.

Dua anggota DPRD Wonogiri, Sugiarto dan H Abdullah Rabbani saat ditemui Espos seusai sidang, Selasa (16/8/2011) mengaku senang dengan kenaikan gaji PNS tersebut.

Namun demikian, keduanya berharap anggota Dewan dan eksekutif segera berinovasi agar ABPD 2012 Wonogiri tidak kolaps.

“Kenaikan gaji PNS akan berimbas kepada berkurangnya alokasi anggaran belanja publik. Karenanya, pemerintah (legislatif dan eksekutif-red) segera menggali sumber pendapatan agar mampu menutup kekurangan anggaran,” ujar Sugiarto.

Menurut politisi Partai Golkar, salah satu cara menaikkan PAD adalah segera meregulasi produk hukum yang kadaluarsa, utamanya yang terkait UU No 28/2009 tentang pajak dan retribusi. “Kenaikan gaji akan memberatkan APBD jika dana alokasi umum (DAU) tidak naik.”

Abdullah Rabbani mengatakan skema APBD 2012 Wonogiri harus disesuaikan. “Efisiensi merupakan salah satu kunci agar terhindar dari kondisi kolaps. Belanja di sektor legislatif dan eksekutif hendaknya dipangkas sendiri sebelum dibahas di badan anggaran. Jika pemangkasan dilakukan sendiri oleh masing-masing SKPD tidak akan muncul tudingan, anggota Dewan Si A tidak mendukung atau anggota Dewan Si B tidak aspiratif,” ujarnya.

Menurut Rabbani, saat ini kondisi APBD Wonogiri sektor belanja publik hanya 27%. “Jika belanja publik kurang dari 25% maka lampu kuning sudah menyala.”


Sebanyak 9.112 rumah tangga sangat miskin Wonogiri peroleh PKH

Written By FRAKSI PKS WONOGIRI on Jumat, 05 Agustus 2011 | 19.02

Wonogiri (Solopos.com) – Sebanyak 9.112 rumah tangga sangat miskin (RTSM) di 19 dari 25 kecamatan di Wonogiri menjadi sasaran penerima program keluarga harapan (PKH) tahun ini. Pada triwulan pertama ini, mereka akan menerima dana langsung dengan total Rp 2,74 miliar.

Penerimaan dana direncanakan sama dengan program BLT (bantuan langsung tunai), yakni melalui kantor pos. Jumlah penerima PKH tahun ini, ujarnya, masih bisa berubah karena akan disesuaikan lagi dengan Pendataan Program Lindungan Sosial (PPLS) 2011 yang dilakukan oleh petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Wonogiri.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Wonogiri, H Suharno saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Selasa (2/8/2011). Menurutnya, satu rumah tangga bisa terdiri atas ibu hamil, anak usia sekolah Wajar 9 tahun sehingga dari 9.112 RTSM itu terbagi atas ibu hamil sebanyak 327 orang, Balita (bawah lima tahun) sebanyak 5.078 anak, anak bersekolah di SD sebanyak 7.714 anak dan anak bersekolah di SLTP sebanyak 3.164 anak.

“Nominal masing-masing RTSM berbeda-beda tergantung dari jumlah sasaran. Bisa saja, satu RTSM mendapatkan alokasi dana ibu hamil, anak bersekolah SD dan anak bersekolah di SLTP tetapi ada juga satu RTSM hanya mendapatkan alokasi dana ibu hamil. Data tersebut terbaru setelah dilakukan verifikasi tim,” ujarnya.

Sebelumnya terungkap, daftar penerima sasaran Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Wonogiri diragukan. Pihak desa menilai data penerima yang telah muncul tidak sesuai kenyataan. Keragu-raguan pihak desa di antaranya soal jumlah penerima, kondisi ekonomi penerima, penerima terdata hamil namun secara riil tidak. Keluhan itu disampaikan oleh Wakil Ketua Praja Giri Manunggal, Wonogiri, Hartono maupun warga Wonogiri yang peduli terhadap rakyat miskin, Eky.

Menurut Eky, di Desa Pokoh Kidul, jumlah penerima PKH hanya empat orang sementara di Kelurahan Wonokarto hanya tiga orang namun di desa lain lebih dari 10 orang. “Masak yang miskin hanya empat orang. Apa mungkin petugas pendataan tidak turun ke Dusun Blembem, Kajar dan sebagainya.” ujarnya.

Sedangkan, Hartono menilai penerima PKH salah sasaran. Menurutnya, ada warganya yang sudah pindah tempat tinggal namun masuk daftar penerima PKH. “Banyak warga kami dengan kondisi ekonomi miskin justru tidak masuk.”

Terpisah, Sekretaris Kelurahan Wuryorejo, Wonogiri, Sumardi dan Lurah Giritirto, Wonogiri, Sukimin mengatakan, penerima PKH di daerahnya telah sesuai. “Data penerima merupakan usulan dari tokoh-tokoh setempat sehingga 22 penerima PKH sudah sesuai dengan kondisi riil,” ujar Sumardi.

Butuh Komitmen Untuk Tangani Kekeringan di Wonogiri

Wonogiri (Solopos.com) – Ketua LSM Nurani, Wonogiri, Suwoso menilai kunci penyelesaian masalah rutin tahunan soal kekurangan air bersih atau kekeringan adalah komitmen Pemerintah Kabupaten Wonogiri. Salah satu caranya adalah mengintegrasikan setiap satuan kerja perangat daerah (SKPD) untuk melaksanakan program mengatasi masalah kekeringan.

BANTUAN AIR -- Setiap tahun warga kawasan selatan Wonogiri mengalami kekeringan sehingga harus bergantung pada bantuan air bersih.(JIBI/SOLOPOS/dok)

Menurutnya, selama ini masing-masing SKPD masih berjalan sendiri-sendiri sehingga masalah kekeringan yang selalu dihadapi warga Wonogiri bagian selatan tidak pernah terselesaikan. “Jika dihitung nilai bantuan air bersih , baik bantuan dari Pemkab Wonogiri maupun pihak ketiga mencapai miliaran rupiah,” ujarnya, Rabu (3/8/2011).

Lebih lanjut mantan Camat Wonogiri ini mengatakan, Wonogiri memiliki sumber air baku yang cukup besar, yakni Waduk Gajah Mungkur. “Kami pernah membaca di media massa, ada megaproyek air bersih Soloraya dengan memanfaatkan air WGM. Kenapa proyek itu tidak ditiru oleh Pemkab, kan bisa ta air WGM diolah dan dialirkan ke daerah selatan yang rawan kekurangan air bersih. Nilainya besar namun jika dibandingkan dengan nilai dropping air yang mencapai miliaran rupiah akan sama,” tegasnya.

Atau, ujarnya, dilakukan studi yang lebih teliti secara integrasi antar-SKPD. Mantan Camat Manyaran ini menjelaskan, SKPD yang bisa diintegrasikan adalah Bagian Kesra Pemkab Wonogiri, DPU, Bapermas, Dinas PESDM ataupun PDAM. “Butuh komitmen pemerintah yaitu DPRD dan Bupati. Perlakuan setiap kecamatan juga berbeda dan tidak semua daerah rawan kekurangan air harus dicukupi dari air WGM,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Wonogiri, Gatot Gunawan mengatakan, terdapat delapan dari 25 kecamatan yang rawan kekurangan air bersih. Kecamatan-kecamatan itu adalah Eromoko, Pracimantoro, Giritontro, Paranggupito, Giriwoyo, Nguntoronadi, Batuwarno dan Manyaran. “Kekurangan air bersih akan dialami oleh 74.167 jiwa atau 19.979 KK dari 40 desa,” terangnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Giri Tirta Sari, Wonogiri, Sumadi menyatakan dibutuhkan waktu 10 tahun untuk menyelesaikan persoalan kebutuhan air bersih. “Jika diserahkan ke PDAM, butuh waktu 10 tahun. Kami harus melakukan survei untuk membuat DED (detailed engineering design-red),” katanya. “Masing-masing daerah akan mendapat perlakuan berbeda. Mungkin daerah A bisa ditangani dengan membangun sumur bor tapi ada juga daerah B yang harus mengambil air dari WGM,” ujarnya. Menurutnya, produksi air PDAM selama ini masih cukup. “Lebaran, pelanggan tidak perlu khawatir kekurangan air bersih, kecuali mesin kami terjadi kerusakan. Produksi air cukup,” tandasnya.


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN
Copyright © 2011. Fraksi PKS Wonogiri - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger